KKN-T SOSIALISASI PENTINGNYA KESEHATAN MENTAL UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA

2025-07-03 0 comments kominfo

 

 

Semarang, 11 Juli 2025 — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental kini mulai mendapatkan perhatian. Salah satu upaya nyata dilakukan oleh Farras Maziyya Azzahra, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) TIM 124 di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, di bawah bimbingan Dosen Lapangan Suyatno H. Utomo.

Sebagai bentuk kontribusinya dalam kegiatan sosial masyarakat, ia merancang sebuah program edukatif bertajuk “Pentingnya Kesehatan Kental untuk Kesejahteraan Bersama” yang menyasar warga RW 10, khususnya para ibu. Program ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman warga terkait pentingnya kesehatan psikologis sebagai bagian dari kesejahteraan hidup.

Pelaksanaan program dilakukan di Balai Desa RW 10, dengan pendekatan yang tidak hanya informatif tetapi juga partisipatif. Poster psikoedukasi yang disebarluaskan memuat empat pokok bahasan utama: pengertian kesehatan mental, gejala gangguan kesehatan mental, hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, serta alasan mengapa penting untuk peduli terhadap kesehatan psikologis

Dalam poster dijelaskan bahwa kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan orang untuk mengatasi tekanan hidup, yang berkaitan dengan kondisi emosi, kejiwaan, dan psikis seseorang. Warga juga diajak mengenali gejala-gejala umum yang sering terabaikan, seperti tidak semangat, susah tidur,  mudah marah, sedih berlarut, delusi atau halusinasi, serta perubahan sikap drastis.

Selain itu, disampaikan pula langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini juga menekankan bahwa peduli terhadap kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang-orang terdekat. Namun, penyebaran poster bukanlah satu-satunya kegiatan utama. Materi yang tertuang di dalam poster turut disampaikan melalui sesi edukasi dan diskusi bersama warga.

Kegiatan ini disambut hangat oleh ibu-ibu RW 10. Melalui program ini, diharapkan warga semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, serta terbuka untuk saling mendukung tanpa stigma. Langkah sederhana ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun.