Berita
Sinergi Akademik dan Sosial
Mendorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan: Mahasiswa Undip Gelar Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme
Semarang, 22 Juni 2025 — Sebagai bentuk kontribusi aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, Azizah Azzahrah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, menyelenggarakan program monodisiplin berupa sosialisasi bertema “Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Eco-Enzyme”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro Tahun 2025 dan bertepatan dengan kegiatan rutin PKK ibu-ibu RT 6 RW 20.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Sampah organik rumah tangga, yang selama ini dianggap limbah tak berguna, sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi eco-enzyme, yaitu cairan fermentasi serbaguna yang ramah lingkungan dan memiliki banyak manfaat.
Kegiatan dibuka dengan sesi pemaparan materi mengenai definisi eco-enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta alasan pentingnya pengolahan sampah organik secara mandiri. Dalam penjelasannya, ditekankan bahwa eco-enzyme dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami, pengusir hama, hingga pupuk cair organik, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk kimia rumah tangga.
Sesi ini juga diselingi dengan tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar pengolahan sampah dan pemanfaatan hasil fermentasi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi praktik pembuatan eco-enzyme secara langsung. Ibu-ibu PKK diajak untuk mencoba membuat eco-enzyme menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti kulit buah, sisa sayuran, gula merah, dan air. Mahasiswa Undip tersebut juga membimbing langkah-langkah fermentasi secara rinci dan membagikan tips agar proses berjalan optimal.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu rumah tangga dapat mengadopsi kebiasaan pengolahan sampah organik di lingkungan rumah masing-masing. Selain mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), pemanfaatan eco-enzyme juga membawa manfaat ekonomi dan kesehatan bagi keluarga.
Sebagai tindak lanjut, peserta diberikan leaflet panduan pembuatan eco-enzyme secara mandiri, sehingga dapat dipraktikkan ulang dengan mudah. Selain itu, diberikan juga kesempatan bagi warga untuk berkonsultasi selama masa KKN berlangsung jika ingin berkonsultasi lebih lanjut terkait pembuatan eco-enzyme. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga dan menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
