Mahasiswa Universitas Diponegoro Hadir di Kelurahan Meteseh: Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat Melalui Gerakan Sadar Garam Beryodium

2025-06-04 0 comments kominfo

Semarang, 7 Mei 2025 - Kelurahan Meteseh kembali menyambut kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Universitas Diponegoro (Undip) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Program KKN Tematik tahun ini mengusung tema “Peningkatan Kesadaran Masyarakat Melalui Gerakan Keluarga Sadar Garam Beryodium untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Kegiatan penerjunan mahasiswa dilaksanakan secara resmi di Kantor Kelurahan Meteseh dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Lurah Meteseh, perwakilan RW, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN. Acara ini dibuka dengan sambutan hangat dari Lurah Meteseh yang menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa Undip dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan dan kesejahteraan.

Program ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian dari kampus kepada masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dengan membawa pendekatan tematik, kegiatan KKN ini secara khusus menyoroti pentingnya konsumsi garam beryodium sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kekurangan yodium, seperti gondok dan gangguan pertumbuhan pada anak.

Dalam forum diskusi yang berlangsung saat acara penerjunan, mahasiswa dan perangkat kelurahan membahas berbagai isu aktual yang tengah dihadapi warga Meteseh. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, para mahasiswa KKN Undip merancang sejumlah program intervensi, seperti sosialisasi langsung ke warga, pelatihan pemeriksaan kandungan yodium dalam garam, serta pembuatan media edukasi yang ramah keluarga.

Kegiatan KKN Tematik ini akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, dan diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, baik secara edukatif maupun praktis. Para mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga turut membangun jejaring kolaborasi yang berkelanjutan antara kampus dan komunitas lokal.

Ke depan, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model implementasi KKN tematik yang mengedepankan isu kesehatan preventif berbasis keluarga dan lingkungan, serta memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif.
(Kevin Melky L. Tobing, Ilmu Komunikasi, Universitas Diponegoro)