SiLawa: Inovasi Warga Lawan DBD dengan Larvasida Alami dari Daun Sirih

2025-07-05 0 comments kominfo

Semarang, 12 Juni 2025 – Telah dilaksanakan sebuah workshop edukatif bertajuk "Pembuatan Larvasida Alami SiLawa (Si Larvasida Alami Warga)" yang bertempat di RW 10, Kelurahan Meteseh, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro yang diprakarsai oleh An Nisa Rahima, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, sebagai anggota dari Tim KKN Undip 124.

Workshop ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat cara pembuatan larvasida alami berbahan dasar tanaman lokal, khususnya daun sirih, sebagai upaya alternatif pemberantasan jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Daun sirih dipilih karena sifatnya yang antiseptik dan insektisida alami serta ketersediaannya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, An Nisa Rahima memberikan penjelasan mengenai bahaya DBD dan pentingnya pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti sejak fase jentik. Ia juga mengedukasi warga tentang manfaat larvasida alami serta keunggulannya dibanding larvasida kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.

Peserta workshop yang terdiri dari kader kesehatan, ibu-ibu PKK, dan warga sekitar tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka diajak untuk melakukan praktik langsung pembuatan larvasida dari daun sirih, mulai dari proses penumbukan daun, perebusan, hingga penyaringan. Hasil larutan tersebut kemudian siap digunakan sebagai cairan pembasmi jentik pada bak-bak air di rumah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga didorong untuk memanfaatkan potensi alam sekitar sebagai solusi kesehatan lingkungan. Larvasida alami SiLawa diharapkan menjadi inovasi yang berkelanjutan dalam pengendalian penyakit berbasis lingkungan, khususnya DBD.

Kegiatan ditutup dengan pembagian leaflet panduan pembuatan larvasida alami agar warga dapat menerapkan secara mandiri di rumah. Workshop ini menjadi bukti bahwa edukasi sederhana dan melibatkan masyarakat secara aktif dapat membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.