TABURI+ Hadir, Inovasi Serbuk Gizi untuk MP-ASI Cegah Gizi Kurang oleh Mahasiswa KKN-T TIM 124 Universitas Diponegoro

2025-07-03 0 comments kominfo

 

Semarang, 12 Juni 2024 – Pada tanggal 12 Juni 2025 , mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Universitas Diponegoro TIM 124, Zhafirah Rahma Amalia, melaksanakan program sosial kemasyarakatan bertajuk “Pengenalan Produk TABURI+ (Serbuk Tabur Gizi) Penambah Zat Gizi MP-ASI dan Sosialisasi GEMAZ (Gerakan Masyarakat Cegah Gizi Kurang)”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu balita, tentang pentingnya pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi dan beragam.

Kegiatanyang dilaksanakan di Balai RW 10 Kelurahan Meteseh  ini dihadiri oleh para kader posyandu dan ibu-ibu balita. Dalam sambutannya, Zhafirah menyampaikan bahwa masalah gizi kurang masih menjadi tantangan di banyak daerah, terutama pada anak usia dini. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi yang praktis, terjangkau, dan berbasis bahan lokal.

ProdukTABURI+ yang diperkenalkan merupakan serbuk tabur instan yang dibuat dari bahan-bahan lokal kaya zat gizi seperti ikan teri, tempe, daun kelor, dan rempah-rempah pilihan. Produk ini dapat ditambahkan ke dalam bubur atau makanan anak sebagai MP-ASI fortifikasi rumahan untuk menambah asupan zat gizi penting seperti protein, zat besi, dan kalsium.

Selain pengenalan produk, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi GEMAZ (Gerakan Masyarakat Cegah Gizi Kurang) yang berisi edukasi mengenai tanda-tanda gizi kurang, pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan praktik pemberian makan yang tepat sesuai usia anak. Edukasi disampaikan secara interaktif dengan media leaflet yang menarik. 

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dan memberikan respons positif terhadap inovasi TABURI+. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan gizi di masyarakat melalui pendekatan edukatif dan berbasis solusi lokal. Pihak kelurahan mengapresiasi langkah ini dan berharap inovasi seperti TABURI+ dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.