Berita
Sinergi Akademik dan Sosial
Mahasiswa KKNT Undip Ajak Warga RT 2 RW 8 Kelurahan Meteseh Ikut Sukseskan Program Pengelolaan Sampah yang efisien
Semarang, 28 Juni 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro menginisiasi kegiatan sosialisasi bertema “Pengelolaan Sampah yang Efisien dengan Alat Pengepres Sampah” di RT 2 RW 8 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. Bertempat di rumah salah satu warga, Ibu Kusrini, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 15 ibu-ibu Dawis yang merupakan penggerak lingkungan di lingkup RT.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKNT Undip menyampaikan edukasi mengenai konsep pengelolan sampah, jenis-jenis sampah, manfaat pemilahan, serta cara kerja mesin pengepres sampah yang sederhana namun efektif. Materi dikemas secara interaktif agar lebih mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh nyata dan praktik langsung memilah sampah menggunakan media visual. Para peserta juga dibagikan poster edukatif yang menjelaskan isi materi secara ringkas dan bisa dibaca ulang di rumah.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga. Banyak peserta yang aktif bertanya dan menyampaikan pengalaman sehari-hari terkait pengelolaan sampah di rumah mereka. Dalam sesi diskusi, sebagian ibu mengaku baru mengetahui bahwa sampah bisa ditabung dan ditukar menjadi uang. "Saya kira semua sampah ya dibuang saja. Ternyata bisa jadi tabungan, malah bisa bantu ekonomi juga," ujar salah satu peserta.
Untuk mengukur pemahaman peserta, dilakukan pre-test dan post-test sederhana. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah kegiatan berlangsung. Para ibu mulai bisa membedakan sampah organik dan anorganik, serta menunjukkan minat untuk mulai memilah mengelola sampah,masyarakat juga mendapatkan pemahaman mengenai fungsi, cara kerja, serta manfaat dari alat pengepres sampah dalam mengurangi volume sampah. Demonstrasi langsung yang dilakukan selama sosialisasi membuat warga lebih percaya diri untuk menggunakan alat tersebut.
Meski perubahan perilaku tidak bisa terjadi seketika, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun budaya memilah sampah dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Ke depannya, mahasiswa berharap kegiatan ini bisa ditindaklanjuti oleh pengurus RT dan kelurahan agar program berkelanjutan bisa terus dilakukan.
Ke depan, mahasiswa berharap gerakan kecil ini bisa menjadi awal perubahan nyata di lingkungan RT 2 RW 8. Dengan dukungan warga dan kerja sama yang berkelanjutan bersama pengurus lingkungan, budaya memilah sampah dan memanfaatkan alat pengepres sampah diharapkan bisa terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang bagi kebersihan dan kesehatan masyarakat.
