Pelatihan Manajemen Persediaan: Langkah Nyata Mahasiswa KKN Dukung UMKM

2025-07-07 0 comments kominfo

Semarang, 25 Mei 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro menggelar kegiatan pelatihan dan edukasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Meteseh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM, khususnya pemilik warung, dalam mengelola persediaan barang secara efisien dan berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari agenda pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Melihat permasalahan umum yang dihadapi oleh warung UMKM, seperti lambat perputaran barang, barang kedaluwarsa sebelum terjual, kesulitan mennetukan jumlah pembelian stok hingga ketidakteraturan pencatatan, tim KKN menghadirkan pelatihan sederhana namun aplikatif mengenai teknik dasar manajemen persediaan.

Pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 25 Mei 2025, bertempat di Warung Ibu Dyah, warga RW 02 RT 01 Meteseh. Materi yang disampaikan meliputi:

  • Pemberian SOP sederhana manajemen persediaan
  • Metode First In First Out (FIFO) dan Last In First Out (LIFO)
  • Metode perhitungan EOQ dan Discount Quantity Model untuk perhitungan jumlah pembelian stok
  • Pelatihan penggunaan AI untuk membantu atasi masalah sederhana harian

Kegiatan ini dipandu oleh Abdullah Asy-Syakur Azka, Mahasiswa KKN-T UNDIP dari Tim 124 di bawah bimbingan ketua pelaksana Dr.Ir. Suyatno,M.Kes .

Kegiatan ini disambut cukup hangat oleh Ibu Dyah, pemilik warung UMKM. Meski sebenarnya sudah melewati usia prima dan semangat menjalani usaha tidak sebesar dahulu lagi, beliau tetap memberi kerja sama yag baik dari penuturan masalah warung hingga saat pemaparan materi. 

Melalui pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM, mungkin kedepannya menyusul dengan para pelaku UMKM lainnya, untuk dapat menerapkan manajemen persediaan secara lebih efektif untuk menunjang keberlanjutan usaha mereka. Dari Tim KKN juga memberikan modul sederhana serta SOP sederhana kepada Ibu Dyah , serta meminta nomor telpon agar jika sewaktu-waktu diminta konsultasi lebih lanjut.

Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di wilayah lain.