Gemarikan: Mahasiswa KKN-T Undip Kenalkan Inovasi Olahan Lele untuk Cegah Stunting di Meteseh

2026-08-05 0 comments kominfo

Semarang, 11 Juli 2026 – Mahasiswa KKN-T IDBU 24 Universitas Diponegoro menggelar program Edukasi Gizi Ikan Lele dan Inovasi Olahan PMT Berbahan Dasar Ikan Lele untuk Mencegah Stunting pada Balita di Posyandu Dahlia, RW 3, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Sabtu (11/7/2026) pukul 09.00-11.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan pelayanan rutin Posyandu ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya konsumsi ikan lele sebagai sumber protein hewani berkualitas sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi olahan ikan lele sebagai alternatif PMT yang bergizi, terjangkau, dan mudah diterapkan di rumah.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKN-T memaparkan mengenai kandungan gizi ikan lele yang kaya protein, asam amino esensial, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang balita. Tidak hanya memberikan penyuluhan, mahasiswa KKN-T juga memperkenalkan berbagai inovasi olahan ikan lele yang dapat dijadikan alternatif PMT, seperti bakso lele, nugget lele, dimsum lele, bubur lele, dan abon lele. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat konsumsi ikan pada balita melalui sajian yang lebih menarik, bergizi, serta mudah dibuat oleh masyarakat. Mahasiswa KKN-T juga membagikan leaflet edukasi agar materi yang telah disampaikan dapat dipelajari kembali secara mandiri.

 

 

 

 

 

Penanggung jawab program, Love Fatra Kamalin, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih optimal memanfaatkan ikan lele sebagai pangan lokal yang bergizi. "Kami ingin menunjukkan bahwa ikan lele tidak hanya dapat diolah menjadi lauk sederhana sehari-hari, tetapi juga menjadi berbagai menu yang menarik, bergizi, dan disukai anak-anak. Harapannya, masyarakat semakin gemar mengkonsumsi ikan serta mampu memanfaatkan pangan lokal sebagai salah satu upaya pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting pada balita," ujarnya.

Antusiasme tinggi para peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung interaktif, di mana para ibu aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik pengolahan ikan agar kandungan gizinya tetap terjaga dan lebih disukai anak. Kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.

 

 

 

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan balita, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi gizi dan kesehatan kepada masyarakat. Upaya peningkatan konsumsi ikan sebagai bagian dari pencegahan stunting juga sejalan dengan berbagai kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang terus didorong di Indonesia.