Berita
Mahasiswa KKNT IDBU 24 Meteseh UNDIP Wujudkan Digitalisasi Transaksi UMKM melalui Pendampingan Pembuatan QRIS
Semarang, 3 Agustus 2026 - Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan daya saing UMKM, SDGs 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi teknologi dalam kegiatan usaha, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKNT) IDBU 24 Universitas Diponegoro bernama Laverneyla Abidah Ardelia telah melaksanakan program sosial kemasyarakatan dengan judul “Penerapan Pembayaran Digital melalui Pendampingan Pembuatan QRIS pada UMKM Rumahan” di RT 03 RW 21, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Program ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembayaran digital melalui penerapan Quick Response Code Indonesia (QRIS) berbasis DANA Bisnis. Penggunaan QRIS juga diharapkan mampu mempermudah proses transaksi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta mendorong UMKM agar semakin siap dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Program pendampingan dilaksanakan pada dua UMKM rumahan, yaitu Warung A2R milik Ibu Widya dan Dimsum Umma milik Ibu Nunik. Warung A2R merupakan usaha rumahan yang menjual berbagai makanan dan minuman, seperti aneka minuman dingin, roti bakar, serta berbagai olahan frozen food siap saji. Sementara itu, Dimsum Umma menawarkan berbagai varian dimsum, seperti dimsum mentai melt cheese, mozarella dan minuman segar seperti es teler, smoothies coklat maupun mangga. Sebelum adanya pendampingan, transaksi pada kedua UMKM tersebut masih menggunakan tunai dan transfer antar bank.
Pendampingan diawali dengan proses konsultasi dan koordinasi bersama masing-masing pelaku UMKM mengenai persyaratan pembuatan QRIS serta manfaat penggunaan pembayaran digital dalam mendukung kegiatan usaha. Untuk Warung A2R, proses konsultasi bersama Ibu Widya dimulai pada 20 Juli 2026, dilanjutkan dengan pendampingan pengumpulan data, registrasi akun DANA Bisnis, serta verifikasi dokumen hingga QRIS berhasil diterbitkan pada 25 Juli 2026. Sementara itu, pendampingan pada Dimsum Umma dimulai melalui konsultasi bersama Ibu Nunik pada 26 Juli 2026. Mahasiswa turut membantu proses registrasi, melengkapi persyaratan administrasi, serta melakukan pendampingan verifikasi hingga QRIS berhasil diterbitkan pada 30 Juli 2026. Seluruh proses pendampingan pada masing-masing UMKM berlangsung selama kurang lebih empat hingga lima hari, mulai dari tahap konsultasi awal hingga QRIS aktif dan siap digunakan.
Dalam proses pendampingan, Ibu Widya menyampaikan bahwa sebelumnya beliau telah menggunakan aplikasi DANA untuk kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari. Namun, karena kesibukan mengelola usaha, beliau belum memiliki waktu untuk mengurus pembuatan QRIS secara mandiri. Sementara itu, Ibu Nunik mengungkapkan bahwa usahanya telah berkembang dan bergabung dengan layanan ShopeeFood. Beliau menginginkan sistem pembayaran yang dapat mempercepat pencairan dana hasil transaksi. Melalui penggunaan QRIS berbasis DANA Bisnis, dana transaksi dapat diterima lebih cepat setelah memenuhi ketentuan pencairan minimum, sehingga dinilai lebih praktis untuk mendukung operasional usaha sehari-hari.
Melalui pendampingan tersebut, Warung A2R dan Dimsum Umma kini telah memiliki QRIS aktif berbasis DANA Bisnis yang dapat digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran digital. Kehadiran QRIS memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam bertransaksi, meningkatkan efisiensi pembayaran, mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, serta mendukung digitalisasi usaha mikro di lingkungan masyarakat.
Pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Selain memperoleh metode pembayaran yang lebih praktis, pelaku usaha juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing usaha di era digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT IDBU 24 Universitas Diponegoro berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari pengembangan usahanya. Program pendampingan QRIS ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi digital UMKM, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat lokal.
