Berita
Edukasi Label Pangan Dukung SDGs, Mahasiswa KKNT IDBU 24 UNDIP Tingkatkan Literasi Konsumen dan UMKM di Kelurahan Meteseh
Semarang, 1 Agustus 2026 – Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat mengenai keamanan pangan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Kelompok 1 Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 24 Universitas Diponegoro melaksanakan program sosial kemasyarakatan bertajuk "Edukasi Pentingnya Memahami Informasi dari Label Produk Pangan oleh Masyarakat dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)". Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (1/8) pukul 10.00–12.00 WIB di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Program edukasi diikuti oleh ibu-ibu anggota Dasawisma (Dawis) Kelurahan Meteseh dan menghadirkan Debby Pramudya Binta Tarizkia, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro sekaligus peserta KKNT IDBU 24, sebagai narasumber. Kegiatan ini juga menggandeng pelaku UMKM lokal, Ibu Budi, pemilik usaha D18 Snack & Catering, sebagai mitra dalam pemberdayaan masyarakat.
Dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa label pangan memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar identitas produk. Label merupakan media informasi yang memberikan jaminan kepada konsumen mengenai mutu, keamanan, dan legalitas suatu produk pangan. Melalui label, konsumen dapat memperoleh informasi penting seperti nama produk, komposisi bahan, berat bersih, identitas produsen, tanggal kadaluarsa, hingga petunjuk penyimpanan dan penyajian. "Label pangan merupakan bentuk tanggung jawab produsen kepada konsumen. Informasi yang lengkap dan benar pada kemasan membantu masyarakat dalam memilih produk yang aman, berkualitas, serta sesuai dengan kebutuhannya," ujar Debby saat menyampaikan materi edukasi.
Lebih lanjut, Debby menegaskan bahwa peningkatan literasi masyarakat terhadap informasi pada label pangan sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan informasi produk yang transparan. Pada kesempatan yang sama, Ibu Budi memperkenalkan salah satu produk unggulan UMKM yang dikelolanya, yaitu "Sari Kacang Hijau". Ia memaparkan tahapan proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan produk. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, para peserta juga memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung sehingga dapat memahami proses produksi pangan yang baik.
Sebagai bentuk implementasi hasil pendampingan, Debby turut memperkenalkan desain label kemasan yang telah disusun khusus untuk produk "Sari Kacang Hijau"milik UMKM setempat. Desain tersebut memuat informasi produk secara lebih lengkap, informatif, dan menarik sehingga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM lokal. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai informasi yang wajib dicantumkan pada label pangan, manfaat label bagi perlindungan konsumen, hingga strategi pengembangan kemasan produk agar memiliki daya saing yang lebih baik di pasar. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca informasi pada label sebelum membeli maupun mengkonsumsi produk pangan.
Melalui program ini, Tim KKNT IDBU 24 Universitas Diponegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi label pangan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan konsumen. Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM untuk menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memenuhi aspek informasi dan tanggung jawab kepada konsumen. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku UMKM dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
