Edukasi Daun Kelor Dukung Ketahanan Pangan, Mahasiswa KKNT IDBU 24 UNDIP Tingkatkan Literasi Gizi Masyarakat di Kelurahan Meteseh

2026-08-05 0 comments kominfo

Semarang, 2 Agustus 2026 – Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan pangan lokal bergizi sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU Tim 24 Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi bertajuk "Yuk Kita Kenalan dengan Kelor!". Kegiatan yang dilaksanakan di RT 10 RW 21, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang ini diikuti oleh ibu-ibu RT 10 RW 21 setempat sebagai bentuk penguatan literasi gizi berbasis potensi pangan lokal.

 

 

 

Pada kegiatan tersebut, Adam Yunan Azriel Kuncoro, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro sekaligus peserta KKNT IDBU Tim 24, menyampaikan materi mengenai kandungan gizi dan manfaat daun kelor (Moringa oleifera L.). Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa daun kelor mengandung berbagai zat gizi penting, seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan kalium, serta senyawa bioaktif berupa polifenol, flavonoid, dan likopen yang berperan sebagai antioksidan. Berkat kandungan gizinya yang tinggi, daun kelor berpotensi menjadi salah satu sumber pangan lokal untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Lebih lanjut, Adam menjelaskan bahwa pemanfaatan daun kelor sejalan dengan implementasi SDG 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat. Selain itu, pemanfaatan tanaman kelor yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah juga mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong konsumsi pangan lokal yang lebih berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pangan olahan.

Dalam sesi edukasi, peserta juga diperkenalkan berbagai manfaat daun kelor bagi kesehatan, seperti membantu mencegah anemia, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan tulang dan mata, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain dikonsumsi sebagai sayur, daun kelor juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah, seperti puding, mi, cheesecake, dan soft cookies, sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi pangan bergizi. Sebagai media pendukung, Tim KKNT IDBU 24 turut membagikan booklet edukasi berisi kandungan gizi, manfaat, serta contoh olahan daun kelor yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai cara pengolahan daun kelor agar kandungan gizinya tetap terjaga, manfaatnya bagi kesehatan keluarga, hingga cara mengolahnya menjadi makanan yang disukai anak-anak. Melalui program ini, Mahasiswa KKNT IDBU Tim 24 Universitas Diponegoro berharap masyarakat semakin menyadari potensi daun kelor sebagai pangan lokal bergizi yang mudah diperoleh, mudah diolah, dan mampu mendukung ketahanan pangan keluarga. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan bergizi sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan sesuai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).