Kupas Tuntas Mitos dan Fakta, Mahasiswa KKNT-IDBU 24 UNDIP Dorong Masyarakat Meteseh Lebih Cerdas Memilih Pangan Dukung SDGs 3

2026-07-31 0 comments meteseh

Minggu, 5 Juli 2026 - Salah satu mahasiswa tim KKNT-IDBU 24 UNDIP melaksanakan program kerja berupa edukasi dalam mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Zulfatul Aulia memilih mengangkat tema pangan melalui program bertajuk "Edukasi Mitos dan Fakta Keamanan Pangan di Rumah Tangga" kepada ibu-ibu PKK RT 1 RW 23, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada hari Minggu (05/07/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat melalui edukasi berbasis ilmiah sehingga mampu menerapkan dalam praktik sehari-hari.

Informasi tentang pangan masih banyak yang beredar tanpa disertai fakta ilmiah sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Banyak informasi mitos yang dianggap benar, serta fakta-fakta malah terlupakan. Ibu-ibu sebagai kunci pengelola pangan di rumah tangga memiliki peran penting untuk menjaga asupan keluarga melalui pangan yang aman. Oleh karena itu, diperlukan edukasi agar masyarakat mampu membedakan informasi yang benar atau salah untuk menjamin kesehatan keluarga.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi keamanan pangan, seperti jenis bahaya pangan, kunci keamanan pangan, mengenali pangan berbahaya, serta penanganan pangan yang aman. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi interaktif "Mitos atau Fakta" dengan menjawab pertanyaan yang diajukan dan kemudian Zulfa akan memberikan penjelasan ilmiah dari sumber kredibel. Mitos fakta yang diajukan misalnya yaitu tentang minum teh saat makan, fat bloom pada coklat berbahaya, singkong beracun, dan lain-lain.

Ibu-ibu PKK RT 1 RW 23 mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai praktik sehari-hari di rumah. Suasana interaktif tentunya membuat materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi ibu-ibu. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu merasa senang karena memperoleh pemahaman baru dan tertarik untuk mengikuti edukasi lain lagi.

Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman kesadaran masyarakat dalam menerapkan praktik pengolahan pangan yang aman sehingga menjamin terciptanya kehidupan keluarga yang sehat. Tak hanya itu, mahasiswa KKN juga berharap informasi ini dapat disebarluaskan kepada anggota keluarga, teman, atau orang terdekat lainnya. Dengan demikian, budaya keamanan pangan tingkat rumah tangga dapat terus berkembang dan mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat

Let us know what you think

* Required field

Comments (0)