Berita
Edukasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga: Mahasiswi KKN-T IDBU 24 UNDIP Ajak Ibu PKK RT 3 RW 23 Membuat Sabun dari Minyak Jelantah
Minggu, 12 Juli 2026 — Mahasiswi KKN-T IDBU 24 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa edukasi dan praktik sederhana pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun. Kegiatan yang mengangkat tema “Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Sabun untuk Mendukung Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Berkelanjutan” ini dihadiri oleh Ibu-Ibu PKK RT 3 di RW 23 Kelurahan Meteseh. Kegiatan ini juga menjadi upaya mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), serta SDGs nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), salah satu
Kegiatan diawali dengan penyampaian edukasi dari Diandra Nauli Pardede, mahasiswi Fakultas Peternakan dan Pertanian dari jurusan Teknologi Pangan, mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan serta pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara tepat. Peserta juga diperkenalkan pada konsep pemanfaatan kembali minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan sabun. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik sederhana pembuatan sabun dari minyak jelantah. Peserta diperkenalkan pada tahapan proses pembuatan sabun, mulai dari persiapan bahan, proses penyaringan dan pemurnian sederhana minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pengadukan dan pencetakan sabun. Selama praktik berlangsung, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan prosedur keselamatan kerja, terutama dalam penggunaan bahan yang bersifat korosif seperti NaOH, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan lateks.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tidak membuang minyak jelantah secara sembarangan serta mulai menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bertanggung jawab. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
Program ini menjadi salah satu langkah kecil dalam mendorong penerapan konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab di tingkat rumah tangga. Dengan adanya edukasi dan praktik secara langsung, diharapkan pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan dan dibagikan kepada keluarga maupun masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya menjadi upaya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga.
