Berita
Sinergi Akademik dan Sosial
Edukasi gizi: PMT Lansia, Sayangi Diri, Batasi Konsumsi Teh Manis
Semarang, 21 Juni 2025 – Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama akibat menurunnya fungsi tubuh dan meningkatnya risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan lansia adalah melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yang bertujuan membantu lansia mendapatkan asupan gizi seimbang, mencegah malnutrisi, dan mendukung kualitas hidup agar tetap sehat dan aktif
Namun, penyusunan menu PMT di posyandu lansia terkadang masih kurang mempertimbangkan kondisi kesehatan lansia secara menyeluruh. Menyikapi hal tersebut, seorang mahasiswa dari Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 124 Program Studi Gizi Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi gizi bertema “PMT Lansia: Sayangi Diri, Batasi Konsumsi Teh Manis”. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah RW 20, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, bertepatan dengan pertemuan rutin PKK RT 7.
Pemilihan forum PKK sebagai tempat edukasi didasarkan pada informasi dari kader posyandu yang mengatakan bahwa penyusunan PMT di posyandu dilakukan secara bergiliran oleh masing-masing RT dan melibatkan ibu-ibu warga setempat, sehingga tidak terbatas pada kader posyandu saja. Oleh karena itu, pemberian edukasi di forum PKK dinilai merupakan cara yang strategis agar informasi dapat diterima langsung oleh para ibu-ibu yang turut berperan dalam penyusunan menu PMT.
Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengertian PMT untuk lansia, syarat PMT lansia, contoh menu bergizi yang sesuai dengan kondisi lansia, serta anjuran untuk menghindari makanan atau minuman tinggi gula, khususnya teh manis, beserta penjelasan dampaknya. Pemberian edukasi untuk membatasi konsumsi teh manis diberikan karena minuman ini sering dijadikan pendamping PMT, padahal memiliki kandungan gula yang tinggi dan dapat meningkatkan risiko diabetes pada lansia. Selain itu, lansia juga berisiko mengalami penyakit degeneratif lain, sehingga teh manis bukan merupakan pilihan yang tepat karena dapat memperburuk kondisi kesehatan lansia dan bertentangan dengan tujuan utama pemberian PMT, yaitu meningkatkan kesehatan lansia.
Oleh karena itu, peserta diberikan contoh dan penjelasan mengenai menu PMT yang bergizi dan sesuai bagi lansia, serta alternatif pengganti teh manis seperti air putih, susu tanpa gula, atau wedang jahe hangat. Selain itu, menu lain yang dapat dijadikan referensi antara lain telur rebus, tempe, ubi, roti, sayur, buah, dan puding buah, dll.
Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari para ibu PKK yang antusias mengikuti penjelasan dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan penyusunan PMT lansia di wilayah Meteseh kedepannya dapat lebih memperhatikan aspek kesehatan lansia, dan tidak hanya berfokus pada aspek praktis atau kebiasaan. Edukasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal perubahan pola pikir dalam penyusunan menu lansia yang lebih sehat dan berkelanjutan.
